Pengurangan Sampah di Kabupaten Pasuruan Meningkat, DLH Perkuat Pengelolaan dari Tingkat Rumah Tangga
Pasuruan,Pasuruannews.com, – Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Setiap tahunnya, timbulan sampah di wilayah ini mencapai sekitar 428.850 ton dan terus mengalami peningkatan seiring bertambahnya jumlah penduduk serta aktivitas masyarakat.
Meski demikian, di tengah tingginya volume sampah tersebut, upaya pengurangan sampah menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, tingkat pengurangan sampah di Kabupaten Pasuruan mengalami kenaikan signifikan, dari sekitar 8,9 persen pada tahun 2020 menjadi 22 persen pada tahun 2025.
Kondisi ini juga berdampak pada berkurangnya penumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Wonokerto, Kecamatan Sukorejo. Tumpukan sampah yang selama ini menjadi perhatian mulai menunjukkan penurunan berkat berbagai program pengelolaan yang dijalankan pemerintah daerah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, Nur Kholis, menjelaskan bahwa peningkatan capaian pengurangan sampah tidak terjadi secara instan. Menurutnya, strategi utama yang diterapkan adalah memperkuat pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga dan lingkungan masyarakat.
“Penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan TPA. Pengelolaan harus dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan dan pengolahan sejak awal,” ujarnya.
Berdasarkan data DLH, dari total timbulan sampah tahunan yang mencapai 428.850 ton, sekitar 63.855 ton atau 14,89 persen berhasil diolah melalui berbagai fasilitas pengolahan sampah yang tersedia. Meski demikian, masih terdapat ratusan ribu ton sampah yang perlu mendapatkan penanganan lebih optimal.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah. Salah satunya melalui penambahan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di berbagai wilayah.
Jika pada tahun 2020 jumlah TPS3R tercatat sebanyak 45 unit, kini pemerintah telah menambah 18 unit baru yang tersebar di sejumlah kecamatan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengolahan sampah sekaligus mengurangi beban TPA.
Selain TPS3R, pemerintah daerah juga mulai membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di tingkat kecamatan. Program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas jangkauan layanan pengelolaan sampah dan mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Nur Kholis menambahkan, sampah yang berhasil ditangani selama ini didominasi oleh sampah anorganik yang memiliki nilai daur ulang. Sementara itu, sampah organik sebagian besar telah dipilah dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, seperti untuk pembuatan kompos maupun kebutuhan pertanian.
Menurutnya, keberhasilan pengurangan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat. Pemilahan sampah dari rumah menjadi langkah sederhana yang memiliki dampak besar terhadap keberhasilan pengelolaan lingkungan.
“Target pengurangan sampah akan terus kami tingkatkan setiap tahun. Dukungan masyarakat sangat penting agar volume sampah yang masuk ke TPA semakin berkurang dan lingkungan tetap terjaga,” pungkasnya.
Dengan berbagai upaya yang terus dilakukan, Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap persoalan sampah dapat ditangani secara lebih efektif, sekaligus mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat.(Adf)

