Ditjen Imigrasi NTT Catat Kinerja Gemilang Semester I 2026: PNBP Tembus Rp21 Miliar dan Raih Peringkat Kedua Nasional

Ditjen Imigrasi NTT Catat Kinerja Gemilang Semester I 2026: PNBP Tembus Rp21 Miliar dan Raih Peringkat Kedua Nasional

img 20260724 wa0036

KUPANG – Pasuruannews.com Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur (Kakanwil Ditjen Imigrasi NTT) Saroha Manullang dalam memaparkan capaian kinerja semester pertama tahun 2026 dalam konferensi pers di Aula Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang, Kamis (23/7). Acara yang digelar sebagai bentuk akuntabilitas publik itu dirangkaikan dengan pernyataan resmi dari Kepala Kanwil beserta jajaran pimpinan satuan kerja di lingkungan imigrasi NTT.

Didampingi Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang *(Ma’mum)* , Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belu *(Yusuf Ginting)* , Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere *(Dianta Sinuraya)* , Kepala Kantor Imigrasi Labuan Bajo *(Charles C. Mathaus)* dan Kepala Rudenim Kupang *(I Made Surya Artha)* , dalam paparannya, Kakanwil Direktorat Jenderal Imigrasi NTT, Saroha Manullang menyampaikan capaian Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar *Rp. 21. 487.839.000 miliar* atau meningkat *85,61* persen dari target yang ditetapkan pada periode yang sama. Pencapaian ini tidak lepas dari peningkatan signifikan kunjungan wisatawan mancanegara ke sejumlah destinasi utama di Provinsi NTT, seperti Labuan Bajo, Maumere, dan Kupang. Sepanjang semester I tahun 2026, Kanwil Direkotorat Jenderal Imigrasi NTT juga menyampaikan telah diterbitkan sebanyak *10.071* paspor dan *22.016* izin tinggal bagi Warga Negara Asing (WNA).

Advertisement

Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi NTT, Saroha Manullang, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran yang telah bekerja tanpa batas di tengah keterbatasan.

Baca juga:  Waspada Obersitas Pemicu Penyakit Serius : RSUD Bangil Ajak Masyarakat Hidup Sehat Dengan Berat Badan Ideal

> ” _Dengan segala keterbatasan, dengan segala kekurangan, kami berupaya bersama seluruh jajaran imigrasi yang ada di NTT memaksimalkan segala potensi sumber daya yang dimiliki. Ini bukan membuat kami down, tapi justru memunculkan inovasi-inovasi pelayanan. Saya sangat berterima kasih kepada seluruh satuan kerja, Imigrasi Kupang, Atambua, Maumere, Labuan Bajo, dan Rumah Detensi yang sudah berupaya maksimal melaksanakan tugas dan fungsi dengan baik pada semester pertama ini,” ujar Saroha Manullang._

Atas kerja keras tersebut, Kanwil Imigrasi NTT berhasil meraih peringkat terbaik kedua secara nasional dalam penilaian kinerja dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

 

Di tengah luas wilayah NTT yang mencapai kurang lebih *47.350* kilometer persegi dengan *1.192* pulau, Kanwil Ditjen Imigrasi NTT mengoptimalkan pengawasan melalui berbagai kegiatan operasi, mandiri, Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora), hingga operasi gabungan. Saat ini Kanwil Ditjenim NTT telah membentuk 28 Desa Binaan Imigrasi (DBI) dengan jumlah Petugas Pembina Desa Binaan Imigrasi (PIMPASA) sebanyak 19 orang. Sedangkan Total pelintas yang melewati wilayah NTT selama enam bulan pertama tahun 2026 tercatat sebanyak *368.162* orang, terdiri dari *177.341* keberangkatan dan *190.821* kedatangan. Sebagai upaya kita ikut berperan mengatasi TPPO dan TPPM kami sudah berupaya melakukan penangguhan permohonan paspor sebanyak 73 pemohon dan menunda keberangkatannya di TPI Wilayah Kerja Ditjenim NTT sebanyak 17 orang yang semuanya diduga non prosedural.

Baca juga:  Eksplorasi Dunia Listrik, SMK Mutiara Bangsa Kemiri Kunjungi PLN Indonesia Power UBP Lontar

Saroha Manullang juga menyampaikan bahwa Kantor Imigrasi Kupang, selalu melakkan koordinasi erat dengan stekholder dalam menekan pelanggaran keimigrasian di pintu-pintu masuk internasional. Sementara itu, Kepada Kantor Imigrasi Atambua, Saroha Manullang menyampaikan, bahwa tantangan di wilayah perbatasan darat yang berbatasan langsung dengan Timor Leste sehingga upaya yang dilakukan selama ini yaitu berkolaborasi dengan instansi terkait guna memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga negara asing yang akan melintas melalui tempat-tempat pemeriksaan imigrasi di atambua.

> _”Atambua adalah pos terdepan negara. Tantangannya sangat kompleks, mulai dari lalu lintas perbatasan hingga potensi kerawanan imigrasi. Kami fokus pada optimalisasi pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan pengawasan di garis perbatasan dengan tetap mengedepankan keamanan dan kedaulatan negara,” tegas saroha”._

Tidak lepas dari itu Kakanwil DItjen Imigrasi NTT menyampaikan juga bahwa Kantor Imigrasi Maumere, tengah berkomitmen mendekatkan layanan keimigrasian di wilayah Flores bagian timur melalui rencana pembentukan Kantor Imigrasi di Larantuka.

Baca juga:  Wakil Bupati Gus Shobih Berangkatkan 240 Peserta Mudik ke 5 Jurusan kabupaten Pasuruan

> _”Rencana pembentukan Kantor Imigrasi di Larantuka adalah langkah strategis untuk mendekatkan dan memperkuat pelayanan keimigrasian serta meningkatkan akses terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Ini juga merupakan bentuk perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar sesuai prosedur dan ketentuan hukum,” jelas Saroha._

Sementara itu, Saroha juga menyampaikan saat ini Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang sedang menangani 9 orang dari 16 Warga Negara Uzbekistan yang diduga melakukan pelanggaran masa tinggal (overstay) dan berencana melakukan perjalanan ilegal ke Australia akan segera dideportasi menyusul 7 orang temannya yang telah dideportasi Kantor Imigrasi Kupang.

Ke depan, Kanwil Ditjen Imigrasi NTT memproyeksikan penguatan pelayanan dan pengawasan melalui penambahan empat kantor imigrasi baru di Alor, Flores Timur, Ngada, dan Sumba Timur. Proyek pembangunan Rumah Susun Negara di Labuan Bajo juga terus dikawal untuk meningkatkan kesejahteraan aparatur dan mendukung kinerja pelayanan di kawasan pariwisata super prioritas . Dengan semangat ” *Imigrasi untuk Rakyat* “, jajaran Ditjen imigrasi NTT optimistis dapat terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara dan memberikan pelayanan prima bagi masyarakat. *(humaskanwildjintt).*

Advertisement

Pengaduan via WA?