Marak ! Dugaan Penipuan Yang Melibatkan Rekrutmen RSUD Soedarsono, Ketua LSM NGO dan Jawapes Geram

Marak ! Dugaan Penipuan Yang Melibatkan Rekrutmen RSUD Soedarsono, Ketua LSM NGO dan Jawapes Geram

img 20260509 wa0010

Pasuruan Kota, pasuruannews.com – Aksi Penipuan kini merajalela khususnya di wilayah kota Pasuruan. Kini aksi tersebut menjanjikan mengenai rekrutmen tenaga kerja di RSUD Soedarsono Purut Kota Pasuruan. Tidak tanggung-tanggung jumlah korban mencapai ratusan orang yang mengalami penipuan tersebut.

Penelusuran awak media melalui narasumber yang identitasnya tidak ingin diungkap memberikan beberapa data korban yang ditarik biaya kisaran 900.000 hingga puluhan juta angka tersebut bervariatif.

Advertisement

Menurut narasumber penjaringan tersebut menyebutkan melalui PT. Outsour Cakrawala Cita Satnusa.

“Penjaringan itu melalui sebuat PT. Outsour Cakrawala Cita Satnusa yang sekarang dalam posisi diduga kabur direkturnya, bekerja sama diduga main dengan orang dalam.” Ujarnya

Baca juga:  Pemprov Jatim Siapkan Puluhan Kendaraan Untuk Program Mudik Gratis 2026

Saat dikonfirmasi Direktur C inisial DD melalui telp WhatsApp kedua nomor nya tidak respon dan tidak dapat dihubungi

Tidak hanya itu awak media mengkonfirmasi Direktur RSUD Soedarsono, mengatakan bahwasanya itu bukan dari rana RSUD Soedarsono

“Rekrutmen tenaga kerja tersebut bukan ranah kami, dan itu ranah perusahaan outsorching” Ujar Direktur Adi.

Selain itu Direktur RSUD Soedarsono Adi juga memberikan kesempatan pada korban untuk memfasilitasi dan memberikan kesempatan untuk konfirmasi hal tersebut.

” Dan bila ada dugaan orang dalam silahkan di konfirmasi lebih lanjut, serta kalau bisa konfirmasi ketemu aja langsung, karena etika” serasa kurang nyaman di konfirmasi lewat telp atau pesan singkat

Baca juga:  Perda APBD Kabupaten Pasuruan 2026 Ditetapkan 3,5 Triliun Susut 600 Miliar, Pemda Lebih Selektif Di Tahun Mendatang

Hal tersebut mematik kegeraman LSM NGO, H. Sugeng Samiadji beliau juga menjawab sebatak Ketua LSM Jawapes DPD Jatim mengatakan.

” Dugaan Praktik praktik suap dalam masuknya tenaga Kerja di pemerintahan, BUMN, ataupun BUMD merupakan tindakan biadap”, geram Cak Kaji.

Cak Kaji sapaan akrabnya juga menambahkan bahwa korupsi sebagai perusak tatanan dan profesionalisme pegawai.

” Dampak dugaan korupsi bila betul terjadi adalah sangat merusak dan meluas, tidak hanya membebani keuangan negara tetapi juga merusak tatanan sosial dan profesionalisme.

Baca juga:  Ramadan Penuh Kebersamaan, Lapas Siborongborong Gelar Buka Puasa Bersama Warga Binaan

Beliau juga menjelaskan tidak hanya merusak tatanan sosial dan profesionalisme saja tetapi dampak lain diantaranya :

  • Menurunkan Kualitas dan Produktivitas Kerja
  • Kerugian Keuangan Negara
  • Merosotnya Kepercayaan Publik (Demoralisasi)
  • Menciptakan Ketidakadilan Sosial
  • Melemahkan Tata Kelola (Good Corporate Governance),” tambah Ketua LSM Jawapes Jatim itu.

Beliau juga menyamlaikan bahwa akan melaksanakan aksi audensi, senin (11/05) di RSUD Soedarsono, yang dirasa banyak kejanggalan mulai yang perlu di awasi mulai lelang proyek, Mini Kompetisi, dan adanya informasi menurunya pendapatan di RSUD serta beberapa dikurangi nya tenaga kerja. (Boss).

Advertisement

Pengaduan via WA?