Duka Dari Sidogiri Pasuruan
Pasnews.com-Kala itu, pada sekira tahun 1745, Sayyid Sulaiman ibn ‘Abdirrahman Basyaiban yang baru saja membabat Sidogiri bersama menantunya Syaikh Aminullah, demikian menurut salah satu hikayat, diundang oleh Raja Mataram Sri Susuhunan Pakubuwana II (bertakhta 1726-1749) ke Surakarta untuk menjadi Pengulu Ageng, Mufti Utama Kerajaan. Tak kuasa menolak, beliau berangkat dengan hati yang masih tercekam bimbang. “Ya Allah, jika Engkau tahu bahwa perkara ini baik bagi agama & kesudahan urusanku, wujudkan, mudahkan, dan berkahilah”, rintih beliau dalam doanya. “Tapi jika dalam ilmu di sisiMu hal ini buruk; wafatkan aku dalam perjalanan agar aku bebas dari keburukannya tanpa menyinggung hati pemimpinku.” Allah…
