GEGER! Video Asusila Diduga Terjadi di Dalam Kelas SMKN 1 Pasuruan, Begini Klarifikasi Sekolah
Pasuruan,Pasuruannews.com,— Beredarnya sebuah video bermuatan asusila yang dikaitkan dengan lingkungan SMKN 1 Pasuruan kembali menjadi perhatian. Informasi tersebut mencuat setelah adanya pengaduan dari siswa pada Rabu (16/09/2026) sore.
Berdasarkan informasi yang diterima, video tersebut kembali tersebar di kalangan siswa. Dalam pengaduan yang disampaikan, disebutkan bahwa pihak perempuan masih berstatus siswa kelas satu dalam informasi awal yang beredar, sedangkan pihak laki-laki disebut sudah lulus.
Namun, pihak sekolah memberikan klarifikasi berbeda mengenai waktu terjadinya peristiwa tersebut.
Kepala SMKN 1 Pasuruan, Evi, menegaskan bahwa pihak sekolah tidak menganggap persoalan tersebut sebagai perkara sepele. Informasi yang beredar telah diteruskan kepada Wakil Kepala Sekolah untuk ditindaklanjuti dan diklarifikasi.
Menurut pihak sekolah, video yang kini kembali beredar tersebut sebenarnya berkaitan dengan kejadian yang sudah berlangsung cukup lama, yakni pada tahun sebelumnya. Bahkan, kedua orang yang disebut dalam kejadian tersebut saat ini sudah tidak lagi berstatus sebagai siswa aktif.

Pihak sekolah menyampaikan bahwa siswa perempuan yang bersangkutan telah dipanggil dan diminta membuat surat pernyataan. Sementara pihak laki-laki juga disebut telah lulus pada tahun pelajaran 2025–2026 sehingga bukan lagi siswa aktif di sekolah.
Sekolah juga menjelaskan bahwa kejadian tersebut disebut berlangsung setelah jam sekolah, dan video yang menjadi persoalan kini kembali beredar setelah sebelumnya dibuat dan tersebar di kalangan tertentu.
“Kami tidak memandang sebelah mata persoalan ini. Informasinya kami teruskan kepada Wakil Kepala Sekolah untuk ditindaklanjuti,” demikian penjelasan pihak sekolah dalam klarifikasinya.
Pihak sekolah juga menegaskan bahwa informasi yang menyebut kejadian tersebut baru terjadi belakangan perlu diluruskan. Berdasarkan keterangan sekolah, peristiwanya sudah terjadi tahun lalu, sedangkan yang terjadi sekarang adalah beredarnya kembali video tersebut.
Dengan munculnya kembali video bermuatan asusila tersebut, sekolah dihadapkan pada persoalan serius terkait penyebaran konten pribadi yang melibatkan pihak yang disebut masih berusia pelajar pada saat kejadian.
Sekolah menyatakan telah melakukan langkah internal dengan memanggil pihak terkait dan meminta surat pernyataan. Namun, beredarnya kembali video tersebut menjadi persoalan tersendiri yang perlu ditelusuri agar tidak semakin menyebar dan menimbulkan dampak terhadap para pihak yang terlibat.
Hingga Kamis (17/09/2026) pagi, pihak sekolah menegaskan bahwa informasi yang beredar di masyarakat perlu dilihat secara utuh, terutama mengenai waktu kejadian, status kedua pihak, serta siapa yang menyebarkan kembali video tersebut.
Persoalan ini juga menjadi pengingat bahwa penyebaran video bermuatan asusila ini mantan pacarnya jelasnya”dalam kepala sekolah dan waka sekolah , terlebih jika melibatkan anak atau pelajar, bukan perkara yang dapat dianggap sebagai bahan tontonan atau candaan. Penanganannya harus dilakukan secara hati-hati dengan mengutamakan perlindungan terhadap korban dan mencegah penyebaran ulang konten.(Hr)

