Rutan Bangil Panen 100 Kg Ikan Nila, Warga Binaan Dilatih Mandiri Melalui Budidaya Perikanan
Pasuruan,pasuruannews.com,– Kegiatan pembinaan bagi warga binaan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil terus dikembangkan melalui berbagai program yang bersifat produktif. Salah satunya melalui budidaya ikan nila yang dikelola di kolam yang berada di area belakang rutan. Pada Sabtu (13/03/2026), kegiatan tersebut memasuki masa panen.
Panen ikan nila ini dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Bangil, Yanuar Rinaldi, bersama jajaran pejabat struktural serta beberapa pegawai rutan. Sejumlah warga binaan yang selama ini terlibat dalam proses perawatan kolam juga ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Sejak pagi hari, suasana di sekitar kolam terlihat ramai. Petugas dan warga binaan bekerja bersama menarik jaring dari kolam untuk mengumpulkan ikan nila yang telah dipelihara dalam beberapa waktu terakhir. Dari proses panen tersebut, diperoleh hasil kurang lebih 100 kilogram ikan nila.
Budidaya ikan ini merupakan salah satu bentuk program pembinaan kemandirian yang dijalankan oleh pihak rutan. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diberikan kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai cara memelihara ikan, mulai dari pemberian pakan, perawatan kolam, hingga proses panen.
Selain menjadi sarana pelatihan keterampilan, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta kerja sama di antara warga binaan. Dengan keterlibatan langsung dalam kegiatan produktif, diharapkan mereka dapat memperoleh pengalaman yang bermanfaat sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat.

Kepala Rutan Bangil, Yanuar Rinaldi, menjelaskan bahwa program seperti ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pembinaan yang lebih bermanfaat dan berdampak positif.
Menurutnya, kegiatan budidaya ikan tidak hanya memberikan aktivitas yang produktif selama masa pembinaan, tetapi juga membuka peluang bagi warga binaan untuk memiliki keterampilan usaha di bidang perikanan.
“Harapan kami, pengalaman yang mereka dapatkan dari kegiatan ini dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat. Dengan keterampilan yang dimiliki, mereka bisa memulai usaha atau bekerja di bidang yang sesuai,” ungkapnya.
Melalui program pembinaan berbasis keterampilan ini, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil berupaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih produktif sekaligus membantu warga binaan mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan.(Adf)

