Pelabuhan Pasuruan Memanas, Konflik Antar Nelayan Kisik dan Ngemplakrejo Tak Terbendung

Pelabuhan Pasuruan Memanas, Konflik Antar Nelayan Kisik dan Ngemplakrejo Tak Terbendung

oplus 131072

Kota Pasuruan, Pasuruannews.com – Konflik antar nelayan terjadi hingga membuat suasana di pelabuhan Kota Pasuruan memanas menyebabkan 5 perahu nelayan yang terparkir di tepi pesisir Desa Kalirejo hangus terbakar, Rabu (04/02/2026).

Pembakaran terjadi di dua lokasi yakni Dusun Kisik dan Parkir perahu Pelabuhan Kota.

Advertisement

Insiden tersebut dikarenakan perselisihan penggunaan alat tangkap ikan. Menurut keterangan warga perselisihan tersebut berawal pukul 16.00 wib di perairan Katingan, Sidoarjo.

Saat itu, sebuah perahu nelayan pengguna jaring trawl asal Kelurahan Ngemplakrejo, Kota Pasuruan, dilaporkan terlalu ke pinggir ketika mencari ikan.

Baca juga:  Pemkab Pasuruan dan Dinas Pendidikan Gelar Pembinaan 1.313 Guru PPPK untuk Perkuat Profesionalitas ASN

Terlalu dekatnya jarak operasi tersebut menyebabkan adu mulut antara kelompok Nelayan wilayah Kisik dan Ngemplakrejo.

Kelompok Nelayan Dusun Kisik menilai metode jaring trawl berpotensi merusak ekosistem dan mengganggu wilayah tangkap nelayan tradisional.

Sementara itu, nelayan Ngemplakrejo tetap melanjutkan aktivitasnya, sehingga ketegangan tak terhindarkan.

Konflik tersebut berkepanjangan hingga 6 awak ABK Kelompok Nelayan Ngemplakrejo dipaksa bersandar di Dusun Kisik, yang berakhir pembakaran oleh warga setempat.

Aksi tersebut kian memanas meskipun sebelumnya telah terjadi mediasi oleh tokoh masyarakat dan anggota DPRD kabupaten Pasuruan. Pukul 20.00 wib nelayan Ngemplakrejo di kawasan pelabuhan Pasuruan mengamuk. Mereka membakar empat unit perahu tradisional yang sedang bersandar di area parkir diketahui milik warga Kisik.

Baca juga:  Logo Sekretariat Bersama (Sekber) Wartawan Indonesia (SWI) Resmi Berganti

Hingga aparat gabungan dari Polres Pasuruan Kota dan TNI Kodim 0819 diterjunkan untuk melakukan pengamanan ketat di lokasi kejadian.

Petugas segera mensterilkan akses jalan utama yang menghubungkan wilayah Ngemplakrejo dengan Desa Kalirejo.

Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti atas permasalahan yang memanas tersebut. (Ndah)

Advertisement

Pengaduan via WA?