RSUD Bangil Perkuat Program UHC, Pemerintah Kabupaten Pasuruan Raih UHC Award Tingkat Madya 2026
Jakarta, Pasuruannews.com – Prestasi gemilang diraih oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam Universal Health Coverage (UHC) Award Kategori Madya Tahun 2026. Hal ini tidak terlepas dari peran fasilitas layanan kesehatan yakni RSUD Bangil sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori yang digelar di Ballroom JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (27/01/2026) sore.
Menurut data resmi cakulan kepesertaan JKN di Kabupaten Pasuruan mencapai 99,58 persen dengan tingkat keaktifan peserta sebanyak 83,60 persen dari total 1.673.855 jiwa.
Sedangkan jika dilihat dari tren pertumbuhan capaian UHC dalam satu tahun terakhir, ada peningkatan persentase setiap bulannya. Perbandingannya, jika pada bulan November capaiannya 98,58 persen, maka Desember naik menjadi 99,66 persen.
Wakil Bupati Pasuruan yang dikenal dengan Gus Shobih (sapaan akrabnya) menyampaikan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor di bidang kesehatan.
” Kali ini kita mendapatkan penghargaan tingkat Madya dengan cakupan 98,58 persen dan tingkat keaktifan 83,60 persen. Artinya hampir seluruh masyarakat Kabupaten pasuruan sudah menggunakan BPJS Kesehatan,” tuturnya.
Beliau juga menyampaikan apresiasinya atas pengoptimalan kinerja semua pihak dalam pengoptimalan cakulan kepesertaan UHC khususnya peran dari RSUD Bangil.
Diwaktu yang sama Direktur UOBK RSUD Bangil, dr. Arma Roosalina, M.Kes, menegaskan bahwa RSUD Bangil terus berkomitmen penuh dalam mendukung program UHC dengan memberikan pelayanan yang optimal, cepat dan orientasi pada keselamatan pasien.
” Capaian prestasi UHC ini sebagai motivasi bagi kami RSUD Bangil untuk selalu meningkatkan kualitas layanan, baik dari sisi SDM, Sarana Prasarana, serta sistem layanan JKN ” ujarnya dr. Arma.
Beliau juga menambahkan bahwa keamanan dan kenyamanan pasien dalam berobat adalah hal utama bagi RSUD Bangil.
” Kami akan terus melakukan pembenahan layanan, termasuk optimalisasi alur pasien BPJS, peningkatan pelayanan rawat inap dan rawat jalan serta penguatan koordinasi dengan BPJS kesehatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan untuk memberikan rasa kenyamanan dan keamanan bagi pasien RSUD Bangil” imbuhnya.
Selanjutnya Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan program JKN sebagai wujud hadirnya negara yang bertujuan memastikan masyarakat tidak jatuh miskin hanya karena sakit. Sekaligus menjadi ikhtiar negara agar seluruh rakyat dapat mengakses layanan kesehatan.
Cak Imin juga menambahkan target Pemerintah ke depannya adalah memperluas cakupan kepesertaan program JKN hingga 99 persen penduduk pada tahun 2029. Oleh karenanya, keberlanjutan kepesertaan menjadi tanggungjawab bersama, khususnya Pemerintah Daerah.
“Tidak boleh ada Pemerintah Daerah yang jumlah peserta JKN-nya justru turun. Selain perluasan cakupan, peningkatan kualitas layanan kesehatan juga harus dimaksimalkan. Sehingga manfaat program JKN dapat dirasakan masyarakat lebih optimal,” jelasnya.
Perolehan prestasi tersebut akan terus membuat Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan RSUD Bangil untuk terus menghadirkan layanan kesehatan yang aman dann inklusif berkeadilan bagi seluruh masyarakat kabupaten Pasuruan. ( Ndah)

