img 20260825 095117 873
Raci, Pasuruannews.com – Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama seluruh Jajaran RSUD Bangil berkomitmen untuk terus berupaya mengikuti evaluasi akreditasi RSUD Bangil bersama Tim Surveyor Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).
Akreditasi tersebut dilakukan selama 3 hari berturut-turut sebagai bentuk upaya untuk mengukur kualitas, kepatuhan terhadap standar pelayanan kesehatan serta tata kelola dan keselamatan Pasien.
Hari pertama diawali dengan pelaksanaan survei akreditasi secara daring dengan melalui wawancara bersama surveyor.
Kegiatan tersebut dihadiri secara langsung oleh Bupati Rusdi Sutejo dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko, Dewan Pengawas, serta jajaran direksi RSUD Bangil yang dipimpin Plt Direktur RSUD Bangil dr. Tri Dinar Herturini yang berlangsung di Gedung Manajemen RSUD Bangil.
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengatakan visi pelayanan RSUD Bangil diarahkan pada penyediaan layanan unggulan sekaligus pembangunan sumber daya manusia berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Pasuruan.
“RSUD Bangil ini semakin hari semakin baik pelayanannya. Ini sejalan dengan upaya kita memberikan layanan kesehatan yang prima dan mendukung operasional Puskesmas 24 jam di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan,” ujar Mas Rusdi sapaan akrabnya.
Selain itu Rusdi Sutejo juga menyatakan Pemkab Pasuruan beserta jajaran RSUD Bangil selalu menjaga komitmen Untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan yang prima.
Selain itu Mas Rusdi juga yakin dengan kualitas kesehatan di RSUD Bangil dalam pelayanan dan upaya peningkatan kualitas dan mutu pasien yang selalu dijaga sehingga pihaknya optimis RSUD Bangil dapat lolos dalam akreditasi KARS ini.
” Kalau RSUD Bangil masih dianggap kurang baik oleh pak Dokter Burhan dan tim, saya yakin Rumah sakit di sekitar RSUD Bangil pasti raportnya merah” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa menurutnya pelayanan kesehatan di Kabupaten Pasuruan tidak kalah dengan layanan kesehatan disekitarnya.
” Layanan Kesehatan kita tidak Kalah, terutama RSUD Bangil” imbuhnya.
Hari Kedua rangkaian survei akreditasi dilakukan secara luring interaksi secara langsung surveyor bersama jajaran manajemen dan petugas rumah sakit menjadi bagian penting dalam proses penilaian.
Wawancara secara luring tersebut bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai standart kebijakan serta pelaksanaan pelayanan dalam aktivitas sehari-hari.
Selain itu surveyor melakukan telusur lapangan ke berbagai unit kerja mulai dari proses pelayanan, penerapan keselamatan pasien, pengelolaan sarana dan prasarana hingga koordinasi antar unit.
Kegiatan tersebut merupakan sebuah proses dari pembuktian bahwa mutu dan keselamatan pasien bukan hanya sebuah konsep melainkan sebagai budaya kerja di RSUD Bangil khususnya.
Selanjutnya hari ketiga dilakukan evaluasi dari hari kedua telusur lapangan. Para surveyor memberikan apresiasi atas konsistensinya dalam melaksanakan akreditasi bersama KARS serta berbagai penerapan pelayanan yang telah berjalan sesuai dengan standar akreditasi.
Selain itu para surveyor juga melakukan survei lanjutan untuk memastikan kesesuaian antara kebijakan dokumen, implementasi dan kondisi nyata dilapangan di setiap unit kerja.
Terkait efisiensi dan komitmen keselamatan pasien, Pemkab Pasuruan mendukung penuh transparansi pelaporan serta digitalisasi sistem. Rencananya, Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) RSUD Bangil akan diintegrasikan secara real-time dengan Command Center Layanan Pasuruan Satu Data untuk memantau ketersediaan tempat tidur (bed), tren penyakit, hingga sistem rujukan darurat dan pemantauan ambulans berbasis GPS.
Selain itu RSUD Bangil juga menerapkan otomatisasi resep atau auto-pilot. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kesalahan dalam proses input resep sekaligus mempercepat proses penyiapan dan penyerahan obat kepada pasien.
Digitalisasi tersebut diharapkan dapat membuat pengelolaan data lebih cepat, dan membantu petugas mengambil keputusan berdasarkan informasi yang lebih terintegrasi.
Sebagai penunjang, proses rekrutmen tenaga medis mulai tahun ini akan diarahkan secara profesional menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) guna menjaga transparansi dan kualitas kerja.
Sementara itu, Plt. Direktur RSUD Bangil, dr. Dinar, menambahkan bahwa pihak rumah sakit terus memperkuat sistem tata kelola yang bersih melalui berbagai program, seperti persiapan menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), penerapan SOP pencegahan gratifikasi, peningkatan layanan gratis (ambulans darurat, layanan Jelita Siaga, mobil jenazah wilayah Pasuruan, serta fasilitas pengantar Si Muter), hingga digitalisasi resep (auto-pilot) di bagian farmasi untuk mencegah terjadinya kecurangan (anti-fraud).
Melalui sinergi antara Pemerintah Daerah, Dewan Pengawas, dan manajemen RSUD Bangil, pelayanan kesehatan di Kabupaten Pasuruan diharapkan dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. (Ndah)
Pasuruan,pasuruannews.com,— Upaya media meminta penjelasan terkait perkara kecelakaan yang kembali menjadi sorotan publik mendapat respons…
Pasuruan, Pasuruannews.com — Polres Pasuruan Polda Jatim melalui Bag SDM bersama Satbinmas dan Satlantas melaksanakan…
Pasuruan,pasuruannews.com,Rutan Kelas IIB Bangil melaksanakan kegiatan penyuluhan hukum dengan tema “Menguatkan Akses Keadilan dan Layanan…
Gempol, pasuruannews.com - Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi menuntaskan rekontruksi…
PLT Direktur dan Seluruh Jajaran Civitas RSUD Bangil mengucapkan : Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81 Tahun. "…
Tangerang - Pasuruannews.com Kiprah dan dedikasi dalam mendorong kemajuan kepemudaan serta olahraga di Kecamatan Kronjo…