PROYEK P3-TGAI APBN RP195 JUTA DI DESA CAPANG JADI SOROTAN! WARGA PERTANYAKAN DUGAAN RANGKAP PERAN KASUN, MATERIAL PROYEK, HINGGA LEMAHNYA PENGAWASAN

Pasuruan, pasuruannews.com – Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Capang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, yang dibiayai APBN Tahun Anggaran 2026 senilai Rp195.000.000, menjadi sorotan masyarakat.

Warga mendesak pemerintah dan instansi pengawas segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek agar tidak menimbulkan kerugian negara maupun masyarakat.

Advertisement

Berdasarkan papan informasi di lokasi, proyek tersebut dilaksanakan oleh P3A Kuda Hitam dengan masa pekerjaan selama 60 hari kalender, mulai 22 Juni hingga 20 Agustus 2026.

Sorotan warga muncul setelah beredar informasi mengenai dugaan Kasun HARIS ikut berperan sebagai pelaksana pekerjaan di lapangan.

Menurut keterangan sejumlah warga, perangkat desa seharusnya tidak merangkap sebagai pelaksana pekerjaan proyek karena dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Oleh sebab itu, warga meminta instansi terkait memverifikasi dugaan tersebut dan memastikan seluruh pelaksanaan proyek berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Warga juga mempertanyakan metode pelaksanaan pekerjaan yang disebut dilakukan tanpa menggunakan mesin molen, melainkan pencampuran material dilakukan secara manual. Menurut mereka, metode tersebut perlu diperiksa apakah telah sesuai dengan petunjuk teknis agar kualitas konstruksi benar-benar terjamin.

Tak hanya itu, penggunaan semen PCC merek Singa Merah yang terlihat di lokasi proyek juga menjadi perhatian masyarakat.

Selain itu, menurut keterangan warga, material batu yang digunakan diduga diambil dari tanah warga di sekitar lokasi proyek.

Warga meminta pihak berwenang memastikan apakah sumber material tersebut telah sesuai dengan spesifikasi teknis proyek dan ketentuan yang berlaku.

Hingga saat ini belum ada hasil pemeriksaan resmi yang menyatakan adanya pelanggaran, sehingga seluruh informasi tersebut masih memerlukan verifikasi dari instansi berwenang.

Keluhan lain yang disampaikan masyarakat adalah terkait pengawasan proyek. Berdasarkan keterangan warga, konsultan pengawas disebut hanya datang ke lokasi sekitar satu kali dalam sepekan.

Apabila informasi tersebut benar, warga menilai pengawasan yang minim dapat mengurangi efektivitas pengendalian mutu pekerjaan.

Masyarakat mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Inspektorat, serta Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) segera melakukan pemeriksaan lapangan terhadap dugaan rangkap peran perangkat desa, kesesuaian metode pelaksanaan, mutu material, sumber material yang digunakan, serta efektivitas pengawasan proyek.

Warga berharap proyek yang dibiayai dari uang rakyat tersebut benar-benar menghasilkan bangunan irigasi yang berkualitas, tahan lama, dan bermanfaat bagi petani.

Mereka juga meminta agar apabila hasil pemeriksaan resmi menemukan adanya pelanggaran administratif, ketidaksesuaian spesifikasi teknis, atau penyimpangan lainnya, penanganannya dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. (Myou)

Advertisement
TIM Redaksi

Recent Posts

Perkuat Sinergitas Penegak Hukum, Kapolres Pasuruan Jalin Silaturahmi dengan TNI dan Kejaksaan

Bangil, pasuruannews.com– Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H. terus memperkuat sinergitas antarpenegak…

5 hari ago

Kompetisi Balap Kejurnas Motocross Round 5 Digelar Dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-80

Gempol, pasuruannews.com- Dalam Rangka HUT Bhayangkara Yang Ke 80 Kapolda Jatim Gelar Kompetisi Balap Kejurnas…

1 minggu ago

Laksanakan Kegiatan Panen Telur Bebek Dilahan Ketapang Rutan Tanjung Pura Kembangkan Potensi Peternakan Bagi Warga Binaan

Tanjung Pura - Pasuruannews.com Dalam rangka mengembangkan program kemandirian dan pemberdayaan warga binaan pemasyarakatan, Rutan…

1 minggu ago

16 WNA Uzbekistan Terdampar di Alor, Ini Kata Kakanwil Ditjen Imigrasi NTT Saroha Manullang

Kupang – Pasuruannews.com  Sebanyak 16 warga negara Uzbekistan yang ditemukan terdampar di pesisir Kabupaten Alor,…

2 minggu ago

Panen Raya Lele di Rutan Kelas IIB Balige,Perkuat Komitmen Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Balige – Pasuruannews.com Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional, Rumah Tahanan Negara Kelas…

2 minggu ago

Dukung Ketahanan Pangan Nasional,Rutan Kelas llB Balige Gelar Panen Raya Jagung Bersama

Balige – Pasuruannews.com Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Balige Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan…

2 minggu ago