868ac9c9 79cb 48e0 8dfd f09b91bb3bc9
Pasuruan,Pasuruannews.com,— Wajah lingkungan di Desa Rembang kini berubah menjadi gambaran krisis yang memprihatinkan. Tumpukan sampah liar yang terus menggunung di sejumlah titik dekat permukiman warga menjelma menjadi persoalan serius yang memicu kemarahan masyarakat.
Sampah yang diduga berasal dari aktivitas pasar serta kiriman dari luar desa itu dibiarkan menumpuk tanpa sistem pengelolaan yang jelas. Kondisi ini semakin memperburuk kualitas lingkungan dan menciptakan ancaman nyata bagi kesehatan warga.
Alih-alih ditangani secara profesional, praktik pembakaran sampah secara terbuka justru menjadi pemandangan yang hampir setiap hari terjadi. Asap tebal yang dihasilkan dari pembakaran tersebut menyebar ke permukiman, bahkan masuk ke dalam rumah warga.
Akibatnya, warga harus menanggung dampak ganda: bau busuk yang menyengat sekaligus polusi udara yang membahayakan kesehatan.
“Setiap hari kami menghirup bau sampah. Kalau dibakar, asapnya masuk sampai ke dalam rumah. Anak-anak sampai batuk-batuk. Ini sudah sangat mengganggu,” keluh salah satu warga dengan nada kesal.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang semakin memprihatinkan. Sampah bercampur tanpa pemilahan, mulai dari limbah rumah tangga, sisa aktivitas pasar, hingga plastik yang berserakan luas. Tanpa pengawasan dan sistem pengelolaan yang tertata, lokasi tersebut perlahan berubah menjadi tempat pembuangan liar yang kian tak terkendali.
Situasi ini memicu sorotan tajam masyarakat terhadap kinerja pemerintah desa. Nama Kepala Desa Haji Yani ikut menjadi perbincangan publik, lantaran hingga kini belum terlihat langkah konkret yang mampu mengurai persoalan tersebut.
Bagi warga, masalah ini bukan sekadar persoalan kebersihan biasa. Mereka menilai kondisi tersebut sudah masuk kategori darurat lingkungan yang memerlukan tindakan cepat, terukur, dan bertanggung jawab.
“Kami tidak butuh janji manis. Kami butuh tindakan nyata. Pemerintah desa harus bergerak sebelum dampaknya makin luas,” tegas warga lainnya.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, ancaman yang muncul bukan hanya soal bau tak sedap. Risiko penyakit, pencemaran tanah dan udara, hingga potensi konflik sosial antarwarga bisa saja menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu meledak.
Kini pertanyaan besar menggantung di tengah masyarakat Desa Rembang:
apakah pemerintah desa akan segera turun tangan menyelesaikan persoalan ini, atau justru membiarkan warganya terus hidup dalam kepungan sampah?
(Tim)
Pasuruan,pasuruannews.com– Warga Desa Randugong, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, sempat dihebohkan dengan beredarnya kabar yang disebut-sebut…
Simalungun- Pasuruannews.com Pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) bebas pungli hanya slogan bagi jajaran SATPAS Polres…
Pasuruan, pasuruannews.com– Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono bersama Ketua Bhayangkari Cabang Pasuruan dan Forkopimcam…
Purwodadi, pasuruannews.com – Di tengah ketenangan desa Gerbo Purwodadi mencuat dugaan praktik pemalsuan tanda tangan…
Pasuruannews.com - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjungpura kembali membuktikan keseriusan dan komitmennya dalam…
Pasuruannews.com - Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB…