Desa Rembang Dalam Kepungan Sampah:Warga Tercekik Bau Busuk,Kinerja Pemerintah Desa Dipertanyakan

Pasuruan,Pasuruannews.com,— Wajah lingkungan di Desa Rembang kini berubah menjadi gambaran krisis yang memprihatinkan. Tumpukan sampah liar yang terus menggunung di sejumlah titik dekat permukiman warga menjelma menjadi persoalan serius yang memicu kemarahan masyarakat.

Sampah yang diduga berasal dari aktivitas pasar serta kiriman dari luar desa itu dibiarkan menumpuk tanpa sistem pengelolaan yang jelas. Kondisi ini semakin memperburuk kualitas lingkungan dan menciptakan ancaman nyata bagi kesehatan warga.

Advertisement

Alih-alih ditangani secara profesional, praktik pembakaran sampah secara terbuka justru menjadi pemandangan yang hampir setiap hari terjadi. Asap tebal yang dihasilkan dari pembakaran tersebut menyebar ke permukiman, bahkan masuk ke dalam rumah warga.

Akibatnya, warga harus menanggung dampak ganda: bau busuk yang menyengat sekaligus polusi udara yang membahayakan kesehatan.

“Setiap hari kami menghirup bau sampah. Kalau dibakar, asapnya masuk sampai ke dalam rumah. Anak-anak sampai batuk-batuk. Ini sudah sangat mengganggu,” keluh salah satu warga dengan nada kesal.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang semakin memprihatinkan. Sampah bercampur tanpa pemilahan, mulai dari limbah rumah tangga, sisa aktivitas pasar, hingga plastik yang berserakan luas. Tanpa pengawasan dan sistem pengelolaan yang tertata, lokasi tersebut perlahan berubah menjadi tempat pembuangan liar yang kian tak terkendali.

Situasi ini memicu sorotan tajam masyarakat terhadap kinerja pemerintah desa. Nama Kepala Desa Haji Yani ikut menjadi perbincangan publik, lantaran hingga kini belum terlihat langkah konkret yang mampu mengurai persoalan tersebut.

Bagi warga, masalah ini bukan sekadar persoalan kebersihan biasa. Mereka menilai kondisi tersebut sudah masuk kategori darurat lingkungan yang memerlukan tindakan cepat, terukur, dan bertanggung jawab.

“Kami tidak butuh janji manis. Kami butuh tindakan nyata. Pemerintah desa harus bergerak sebelum dampaknya makin luas,” tegas warga lainnya.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, ancaman yang muncul bukan hanya soal bau tak sedap. Risiko penyakit, pencemaran tanah dan udara, hingga potensi konflik sosial antarwarga bisa saja menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu meledak.

Kini pertanyaan besar menggantung di tengah masyarakat Desa Rembang:

apakah pemerintah desa akan segera turun tangan menyelesaikan persoalan ini, atau justru membiarkan warganya terus hidup dalam kepungan sampah?
(Tim)

 

Advertisement
TIM Redaksi

Recent Posts

Pemkab Pasuruan Bangun 48 RTLH dan Infrastruktur Jalan, Guna Kurangi Lingkungan Kumuh di Wilayah Kalirejo Kraton

Raci, pasuruannews.com - Perkuat komitmen dalam menuntaskan persoalan kawasan kumuh di wilayahnya Pemerintah Kabupaten Pasuruan…

2 jam ago

Dukungan Keluarga Jadi Kunci Semangat Warga Binaan Rutan Balige untuk Berubah

BALIGE – Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam mendorong perubahan positif bagi Warga Binaan Pemasyarakatan…

1 hari ago

Operasi Patuh Toba 2026: Satlantas Batu Bara Tindak 38 Motor, Pengendara Tanpa Helm Jadi Sasaran

BATU BARA – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batu Bara menindak 38 sepeda motor dalam…

3 hari ago

Rapat Paripurna Pertama DPRD, Empat Point Perubahan Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah

Pasuruan, pasuruannews.com -  Rapat paripurna DPRD Kabupaten Pasuruan pertama dalam usulannya terdapat empat perubahan penting…

4 hari ago

Rutan Balige Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kobarkan Semangat Persatuan dan Pengabdian

Pasuruannews.com - BALIGE Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Balige beserta seluruh jajaran mengucapkan…

4 hari ago

Karutan Balige Hadiri Deklarasi Bersama Berantas Narkoba, Perkuat Komitmen Wujudkan Pemasyarakatan Bersih dari Narkotika

Pasuruan news.com - TOBA Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Balige, Valen Sonar Rumbiak,…

1 minggu ago