Gubernur Khofifah Lakukan Ground Breaking JLKT di Kawasan TNBTS

Sukapura Probolinggo , pasuruannews.com – Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa melakukan ground breaking pembangunan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Senin (13/4/2026). Pembangunan jalur ini menjadi langkah strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menata aktivitas wisata di kawasan Bromo Tengger Semeru.

Kegiatan yang digelar oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) tersebut turut dihadiri oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Satyawan Pudyatmoko serta Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha.

Advertisement

Selain itu, hadir pula Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar, perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dan Pasuruan, jajaran Forkopimda serta tokoh adat Suku Tengger, Pandita Sutomo bersama masyarakat Tengger dari Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo.

Prosesi ground breaking ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Gubernur Khofifah didampingi Dirjen KSDAE. Dilanjutkan dengan penyerahan maket JLKT sebagai simbol dimulainya pembangunan jalur lingkar kaldera sepanjang kurang lebih 13 kilometer tersebut.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan prasasti sarana dan prasarana air bersih di kawasan kaldera Bromo. Fasilitas ini memanfaatkan sumber mata air dari Pusung Jantur dan Widodaren guna meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat serta wisatawan.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menyampaikan pembangunan JLKT merupakan momentum penting bagi keberlanjutan kawasan Tengger ke depan. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian alam, budaya serta pengembangan pariwisata.

“Kami melihat ini sebagai titik awal untuk menjaga keberadaan Bromo. Jalur kaldera ini nantinya akan ditata sepanjang 13 kilometer sehingga mampu menjaga keseimbangan antara wisatawan yang terus meningkat dengan kelestarian alam dan budaya,” ujarnya.

Menurutnya, kawasan Bromo tidak hanya memiliki nilai ekonomi dari sektor pariwisata, tetapi juga nilai spiritual dan budaya yang harus dijaga bersama. “Kita tidak bisa hanya mengejar euforia keindahan alam tanpa memperhatikan keberlanjutan lingkungan serta adat dan budaya masyarakat Tengger,” tegasnya.

Lebih lanjut Khofifah menyebutkan titik-titik sakral bagi masyarakat Tengger tetap akan dilindungi. Pemerintah juga akan mengembangkan sumur resapan hingga mencapai sekitar 60 titik untuk menjaga keseimbangan tata air di kawasan tersebut.

“Selain itu, dua sumber air baru di Widodaren dan Jantur dengan kapasitas masing-masing 12 ribu liter juga diresmikan guna mendukung kebutuhan air bersih masyarakat dan wisatawan,” tambahnya.

Dirjen KSDAE Satyawan Pudyatmoko menegaskan penataan JLKT merupakan bagian dari strategi besar pengelolaan taman nasional secara terintegrasi. Pemerintah memiliki target menjadikan sejumlah taman nasional di Indonesia sebagai kawasan berkelas dunia dan Bromo Tengger Semeru menjadi salah satu prioritas utama.

“Ada 57 taman nasional di Indonesia dan kita menargetkan beberapa di antaranya menjadi kelas dunia. Bromo Tengger Semeru menjadi salah satu yang diunggulkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan pembangunan JLKT tidak hanya berorientasi pada pariwisata, tetapi juga mencakup aspek ekologi, perlindungan flora dan fauna, tata air serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. “JLKT ini menjadi instrumen strategis untuk menyelaraskan berbagai kepentingan, mulai dari konservasi hingga ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Satyawan juga menekankan pentingnya menjaga identitas budaya lokal sebagai bagian dari pengelolaan taman nasional. “Penghormatan terhadap masyarakat lokal, budaya, dan kearifan lokal merupakan prinsip utama dalam pengelolaan kawasan konservasi,” tegasnya.

Ia berharap pembangunan JLKT menjadi langkah awal transformasi kawasan Bromo menuju pengelolaan yang berkelanjutan. “Jika alam terjaga, maka masyarakat akan sejahtera. Budaya tetap lestari dan kawasan ini bisa dinikmati generasi mendatang,” tambahnya.

Melalui pembangunan Jalur Lingkar Kaldera Tengger ini, diharapkan kawasan Bromo Tengger Semeru tidak hanya semakin tertata sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga menjadi contoh pengelolaan kawasan konservasi yang mampu menyeimbangkan kepentingan lingkungan, budaya dan ekonomi secara berkelanjutan. (Red)

Advertisement
TIM Redaksi

Recent Posts

Lantik Pejabat Struktural dan Fungsional, Kakanwil Ditjen Imigrasi NTT Tekankan Integritas dan Profesionalisme

Kupang – Pasuruannews.com Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur menggelar pengambilan sumpah/janji jabatan…

2 hari ago

RSUD Bangil Raih Prestasi WSO Angels Awards, Bukti Nyata Kualitas RSUD Bangil di Akui Internasional

Bangil, pasuruannews.com –Kabupaten Pasuruan turut berbangga atas prestasi yang ditorehkan oleh RSUD Bangil dengan meraih…

2 hari ago

Bhabinkamtibmas Polsek Sukorejo Dorong Ketahanan Pangan Melalui Pemantauan Tanaman Jagung di Desa Lecari

PASURUAN, Pasuruannews.com.– Dalam rangka mendukung Implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan,…

3 hari ago

Kecelakaan Beruntun di Jalan Raya Gempol, 4 Orang Meninggal Dunia dan 6 Lainnya Mengalami Luka-luka

Gempol, Pasuruannews.com - Kecelakaan maut beruntun terjadi di Jalan raya Malang-Surabaya tepatnya di Dusun Mojorejo…

4 hari ago

Ditjen Imigrasi NTT Catat Kinerja Gemilang Semester I 2026: PNBP Tembus Rp21 Miliar dan Raih Peringkat Kedua Nasional

KUPANG – Pasuruannews.com Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur (Kakanwil Ditjen Imigrasi…

6 hari ago

Rutan Kelas llB Kandangan Gelar Bakti Sosial Sebagai Wujud Kepedulian Kepada Masyarakat

Kandangan - Pasuruannews.com Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kandangan melaksanakan kegiatan bakti sosial sebagai bentuk…

6 hari ago