img 20260509 wa0010
Pasuruan Kota, pasuruannews.com – Aksi Penipuan kini merajalela khususnya di wilayah kota Pasuruan. Kini aksi tersebut menjanjikan mengenai rekrutmen tenaga kerja di RSUD Soedarsono Purut Kota Pasuruan. Tidak tanggung-tanggung jumlah korban mencapai ratusan orang yang mengalami penipuan tersebut.
Penelusuran awak media melalui narasumber yang identitasnya tidak ingin diungkap memberikan beberapa data korban yang ditarik biaya kisaran 900.000 hingga puluhan juta angka tersebut bervariatif.
Menurut narasumber penjaringan tersebut menyebutkan melalui PT. Outsour Cakrawala Cita Satnusa.
“Penjaringan itu melalui sebuat PT. Outsour Cakrawala Cita Satnusa yang sekarang dalam posisi diduga kabur direkturnya, bekerja sama diduga main dengan orang dalam.” Ujarnya
Saat dikonfirmasi Direktur C inisial DD melalui telp WhatsApp kedua nomor nya tidak respon dan tidak dapat dihubungi
Tidak hanya itu awak media mengkonfirmasi Direktur RSUD Soedarsono, mengatakan bahwasanya itu bukan dari rana RSUD Soedarsono
“Rekrutmen tenaga kerja tersebut bukan ranah kami, dan itu ranah perusahaan outsorching” Ujar Direktur Adi.
Selain itu Direktur RSUD Soedarsono Adi juga memberikan kesempatan pada korban untuk memfasilitasi dan memberikan kesempatan untuk konfirmasi hal tersebut.
” Dan bila ada dugaan orang dalam silahkan di konfirmasi lebih lanjut, serta kalau bisa konfirmasi ketemu aja langsung, karena etika” serasa kurang nyaman di konfirmasi lewat telp atau pesan singkat
Hal tersebut mematik kegeraman LSM NGO, H. Sugeng Samiadji beliau juga menjawab sebatak Ketua LSM Jawapes DPD Jatim mengatakan.
” Dugaan Praktik praktik suap dalam masuknya tenaga Kerja di pemerintahan, BUMN, ataupun BUMD merupakan tindakan biadap”, geram Cak Kaji.
Cak Kaji sapaan akrabnya juga menambahkan bahwa korupsi sebagai perusak tatanan dan profesionalisme pegawai.
” Dampak dugaan korupsi bila betul terjadi adalah sangat merusak dan meluas, tidak hanya membebani keuangan negara tetapi juga merusak tatanan sosial dan profesionalisme.
Beliau juga menjelaskan tidak hanya merusak tatanan sosial dan profesionalisme saja tetapi dampak lain diantaranya :
Beliau juga menyamlaikan bahwa akan melaksanakan aksi audensi, senin (11/05) di RSUD Soedarsono, yang dirasa banyak kejanggalan mulai yang perlu di awasi mulai lelang proyek, Mini Kompetisi, dan adanya informasi menurunya pendapatan di RSUD serta beberapa dikurangi nya tenaga kerja. (Boss).
TANGERANG – Pasuruannews.com Dugaan tindak pidana penganiayaan terjadi terhadap seorang korban kecelakaan lalu lintas bernama…
Sidoarjo,pasuruannees.com — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) resmi memberlakukan program pembebasan denda…
Raci, pasuruannews.com - Narkoba sebagai musuh besar bangsa Indonesia khususnya kini telah merebah hingga ke…
Pasuruan, Pasuruannews.com - Dalam memperingati hari Thalasemia Sedunia 2026 dan meningkatkan pengetahuan dan kompetensi tenaga…
TOBA – Pasuruannews.com Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Balige mengikuti kegiatan tasyakuran puncak Hari…
Yogyakarta, pasuruannews.com – Aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Yogyakarta resmi menetapkan 13 orang sebagai tersangka…