img 20260220 wa0008
Riau – Pasuruannews.com Gelombang desakan agar Kapolda Riau segera mengevaluasi kinerja kapolres Siak dan kasat Reskrim semakin menguat.
Desakan ini muncul menyusul dugaan ketidakmampuan atau keengganan aparat penegak hukum setempat dalam memberantas wabah perjudian yang ada tembak ikan-ikan di Kecamatan Dayun kabupaten Siak, semakin menjamur di wilayah hukum polres Siak,
Dalam sebuah pernyataan terbuka yang ditujukan kepada bapak kapolri dan Kapolda Riau elemen masyarakat menyoroti adanya indikasi medis metaforis yang dialami oleh pucuk pimpinan Reskrim tersebut yakni “Katarak jejakiasus”.
Indikasi”Katarak publik menilai kinerja kapolres Siak dan Kasat Reskrim polres Siak, saat ini mengalami anomali.
Mata hukum yang seharusnya tajam, mendadak “Kabur ” dan tidak fokus ketika dihadapkan pada lokasi-lokasi perjudian yang beroperasi secara terang-terangan.
“Kami menduga ada gangguan penglihatan serius. aneh rasanya jika praktik judi yang kasat mata didepan hidung tidak terlihat, sementara kasus lain bisa dipantau. ini indikasi “Katarak yang di butuhkan penanganan serius,” ujar perwakilan warga dalam surat terbukanya.
Kalah Gesit dengan “Mamak-mamak di situ saja tahu di mana lapak judi buka, jam berapa mainnya dan siapa bandarnnya.
Jika kasat Reskrim Siak tidak tahu, artinya beliau sudah kalah Gesit dan kalah informasi dari warga sipil.
Ini merusak citra buruk bagi citra polri presisi, tambah pernyataan tersebut
Solusinya: Mutasi ke Yanma Untuk “istirahat” atas dasar ketidakefektifan tersebut masyarakat meminta Kapolda Riau untuk memberikan “obat” yang tepat, yakni Mutasi ke pelayanan markas (Yanma) Polda Riau.
Posisi Yanma dinilai tepat sebagai tempat istirahat bagi perwira yang pundaknya dirasa terlalu berat memikul beban berat pemberantasan kriminalisasi di lapangan.
“Tolong pak Kapolda Riau beri beliau Istirahat panjang. sepertinya beban Reskrim Kapolres Siak terlalu berat. Mutasi ke Yanma adalah langkah bijak agar penyegaran bisa dilakukan dan hukum kembali tegak di Dayun Siak “tutup desakan tersebut.
Masyarakat menanti langkah tegas kapolri dan Kapolda Riau untuk membuktikan tagline polri presisi bukan sekedar jargon, melainkan tindakan nyata di lapangan.
Red
Pasrepan, Pasuruannews.com– Polres Pasuruan menindaklanjuti informasi dugaan aktivitas pertambangan tanpa izin di Desa Lemahbang, Kecamatan…
Pasuruannews.com - BALIGE, 11 Oktober 2026 — Sebanyak sembilan warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan)…
Pasuruan, pasuruannews.com- Hadapi Musim Penghujan Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga…
Pandaan, pasuruannews.com - Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Bina marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan…
BALIGE - Pasuruannews.com 1 Oktober 2026 – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Balige menggelar…
Pasuruan,Pasuruannews.com,— Sosialisasi resmi antara Pemkab dan pengusaha tambang, terungkap setidaknya 11 kendala krusial yang diakui…