Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo Kunjungi DPR-RI Terkait Polemik Agraria di Alas Tlogo

Pasuruan, pasuruannews.com – Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo melakukan kunjungan ke DPR RI untuk mencari solusi terbaik terkait permasalahan agraria yang melibatkan 10 Desa di Kecamatan Lekok dan Kecamatan Nguling dengan TNI AL.

Mas Rusdi, penggilan akrabnya mengatakan forum pertemuan merupakan agenda lanjutan ikhtiar Pemerintah Kabupaten Pasuruan ke Kementerian Pertahanan.

Advertisement

Harapannya, ada pemahaman dari Pemerintah Pusat terhadap kondisi riil di lapangan.

Terlebih, konflik agrarian yang berlangsung selama bertahun-tahun itu bukan sekadar soal status lahan saja, melainkan bersinggungan dengan hak warga Desa terkait agar dapat hidup aman dan tenteram.

“Permasalahan di Kecamatan Lekok dan Nguling ini semoga bisa dibantu DPR RI agar ada solusi untuk kedua belah pihak. Terutama antara warga terdampak permasalahan di Alas Tlogo dan sekitarnya dengan TNI AL. Agar masyarakat kami disana bisa merasakan kemerdekaan. Mohon bantuan dari fraksi-fraksi untuk bisa mengawal permasalahan yang terjadi disana,” katanya Kamis (15/1/2026).

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Oleh Sholeh memberikan masukan tentang pentingnya pendekatan penyelesaian permasalahan. Jadi harus duduk bareng, baik dengan Kementerian Pertahanan maupun Kementerian ATR/BPN.

“Jadi harus diperjelas status hak atas tanah mulai dari pelepasan awal tahun 1960-1963. Apakah itu sudah ada pelepasan atau ganti rugi. Lantas apa ada bukti formilnya juga peruntukan aset negara. Tidak terkecuali melakukan pengecekan historinya. Diharapkan polemik Alas Tlogo dapat segera terpecahkan,”katanya.

Sementara Panitia Khusus (Pansus) dan Panitia Kerja (Panja) sudah memasukkan kasus tersebut dalam daftar prioritas (shortlist) Pansus Reformasi Agraria DPR RI.

Demikian juga dengan Panja Aset TNI di Komisi I yang juga siap mengawal agar segera mendapat solusi konstitusional.

Sedikitnya 16 ribu Kepala Keluarga (KK) atau 40 ribu jiwa yang saat ini masih terkendala akses kebutuhan dasarnya. Seperti listrik, air, pembangunan rumah permanen hingga administrasi kependudukan (KTP/Akta) karena status lahan yang dianggap zona militer. (red)

Advertisement
TIM Redaksi

Recent Posts

Pemkab Pasuruan Bangun 48 RTLH dan Infrastruktur Jalan, Guna Kurangi Lingkungan Kumuh di Wilayah Kalirejo Kraton

Raci, pasuruannews.com - Perkuat komitmen dalam menuntaskan persoalan kawasan kumuh di wilayahnya Pemerintah Kabupaten Pasuruan…

2 jam ago

Dukungan Keluarga Jadi Kunci Semangat Warga Binaan Rutan Balige untuk Berubah

BALIGE – Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam mendorong perubahan positif bagi Warga Binaan Pemasyarakatan…

1 hari ago

Operasi Patuh Toba 2026: Satlantas Batu Bara Tindak 38 Motor, Pengendara Tanpa Helm Jadi Sasaran

BATU BARA – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batu Bara menindak 38 sepeda motor dalam…

3 hari ago

Rapat Paripurna Pertama DPRD, Empat Point Perubahan Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah

Pasuruan, pasuruannews.com -  Rapat paripurna DPRD Kabupaten Pasuruan pertama dalam usulannya terdapat empat perubahan penting…

4 hari ago

Rutan Balige Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kobarkan Semangat Persatuan dan Pengabdian

Pasuruannews.com - BALIGE Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Balige beserta seluruh jajaran mengucapkan…

4 hari ago

Karutan Balige Hadiri Deklarasi Bersama Berantas Narkoba, Perkuat Komitmen Wujudkan Pemasyarakatan Bersih dari Narkotika

Pasuruan news.com - TOBA Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Balige, Valen Sonar Rumbiak,…

1 minggu ago