Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang: Dam Surak Purwodadi Jadi Aset Penting dan Cagar Budaya Air

Pasuruan,pasuruannews.com – Kali Surak merupakan salah satu sungai yang mengalir di sisi barat jalan nasional Malang–Surabaya, tepatnya di Dusun Ngaglik, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Di aliran sungai ini berdiri sebuah bangunan besar berbentuk bendung atau dam yang dikenal dengan nama Bangunan Surak 5 (BSK 5). Warga sekitar lebih akrab menyebutnya sebagai Dam Surak.

Advertisement

“Sejak saya masih kecil, bangunan ini sudah ada. Kata orang tua saya, dam ini dibangun pada masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1900-an,” tutur Paiti (65), warga Desa Parerejo.

Kepala Desa Parerejo, Muhammad Maskur, menyebut bahwa bangunan tersebut merupakan satu-satunya dam peninggalan Belanda yang ada di desanya. Bahkan, Dam Surak menjadi bendung terbesar sepanjang aliran Kali Surak, mulai dari wilayah Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang hingga Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

“Fungsinya sama seperti dam pada umumnya, yaitu untuk pembagi air. Namun detail fungsi lainnya, kami kurang begitu tahu,” ungkapnya.

Dam Surak memiliki tinggi sekitar 4 meter dengan lebar bangunan mencapai 7 meter, sementara lebar sungainya sekitar 8 meter. Hingga kini, kondisi bangunan masih utuh dan tidak banyak mengalami perubahan sejak pertama kali dibangun.

“Sejak dulu keadaannya memang begitu. Bahkan bangunan ini termasuk cagar budaya. Di bagian selatan, tepat di bawah jembatan jalan raya, ada saluran pembuangan yang mengalir menuju Kali Surak,” tambah Maskur.

Kabid Sumber Daya Air Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Widya Purwanti, menegaskan bahwa Dam Surak merupakan aset penting yang tidak hanya berfungsi sebagai pengendali dan pembagi air, tetapi juga memiliki nilai sejarah tinggi.

“Dam Surak ini menjadi bukti peninggalan kolonial yang masih bermanfaat hingga sekarang. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga keberadaan bangunan ini, baik dari sisi fungsi teknis maupun nilai sejarahnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Widya menyampaikan bahwa Dam Surak akan masuk dalam program inventarisasi cagar budaya air. Tujuannya, selain menjaga kelestarian, juga agar masyarakat lebih mengenal nilai sejarah sekaligus memahami fungsi vitalnya dalam tata kelola sumber daya air di Kabupaten Pasuruan.(Agng)

Advertisement
TIM Redaksi

Recent Posts

Efisiensi Cuma di Atas Kertas? Ayi Suhaya Pertanyakan Kegiatan Pemkot Pasuruan di Hotel Mewah Kota Batu

Pasuruan,Pasuruannews.com,– Kebijakan Pemerintah Kota Pasuruan menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas SDM Perencana dan Penganggaran Tahun 2027…

5 jam ago

Perkuat Sinergi Pemasyarakatan, Bapas Sibolga Kunjungi Rutan Balige

BALIGE – Mempererat koordinasi dan memperkuat sinergi antarunit pelaksana teknis Pemasyarakatan, Rumah Tahanan Negara (Rutan)…

10 jam ago

Fraksi Gerindra Dukung Pinjaman Daerah Rp363 Miliar, Dorong Percepatan Pembangunan Kabupaten Pasuruan

Pasuruan,pasuruannews.com,—Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Pasuruan mendukung langkah Bupati Pasuruan, H. Mochamad Rusdi Sutejo, dalam…

12 jam ago

Apresiasi Kajari Sampang, GAIB Perjuangan Desak Dua Dugaan Korupsi Diusut Sampai ke Akar-akarnya

Pasuruan,Pasuruannews.com, – Dukungan terhadap upaya pemberantasan korupsi di Kabupaten Sampang datang dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Gema…

1 hari ago

RSUD Bangil Sediakan Paket Sehat Langsing Bagi Pejuang Sehat dan Kurus

Raci, Pasuruannews.com - Kabar Gembira bagi kamu pejuang sehat dan langsing. Kini telah hadir di…

2 hari ago

Pemkab Pasuruan Bangun 48 RTLH dan Infrastruktur Jalan, Guna Kurangi Lingkungan Kumuh di Wilayah Kalirejo Kraton

Raci, pasuruannews.com - Perkuat komitmen dalam menuntaskan persoalan kawasan kumuh di wilayahnya Pemerintah Kabupaten Pasuruan…

3 hari ago